MPUIN-News
Muhammad Ahsanul Umam
Cibubur, 24 Februari 2026 - Badan Usaha Sekolah (BUS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan studi tiru ke BM 400 Cibubur sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan pengembangan kelembagaan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (24/2).
Agenda kunjungan ini menjadi bagian dari agenda akselerasi inovasi manajemen akademik, administrasi, keuangan, penjaminan mutu, hingga strategi pengembangan institusi secara berkelanjutan.
Rombongan yang terdiri dari 11 orang—gabungan Tim BUS dan Manajemen Madrasah Pembangunan UIN Jakarta—tiba pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan serta pengurus Yayasan BM 400 Cibubur. Fokus kunjungan diarahkan pada penguatan praktik baik (best practices) pengelolaan lembaga pendidikan yang dinilai berhasil membangun sistem manajemen unggul, adaptif, dan berorientasi mutu.
Direktur BUS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs. H. Tegus Sarwono, M.Si., menegaskan bahwa studi tiru ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan momentum silaturahmi sekaligus pembelajaran strategis.
“Maksud kedatangan kami ke BM 400 Cibubur ingin bersilaturahmi dan studi terkait sistem manajemen akademik, tata kelola administrasi, keuangan, penjaminan mutu, dan strategi pengembangan kelembagaan,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Yayasan BKSP Bakti Mulya 400, Prof. Dr. Asep Syarifuddin Hidayat, S.H., M.H., menyambut hangat rombongan dan berbagi pengalaman transformasi BM 400. Ia merefleksikan dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi lembaganya, sekaligus menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan profesional.
“Penyakit MP enggak separah penyakit BM 400 waktu itu, insyaAllah MP lebih cepat pulih,” tuturnya optimistis.
Chief Operation Officer BM 400, Euis Tresna, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan lembaganya terletak pada komitmen terhadap inovasi serta keberanian bertransformasi menuju standar internasional.
Sementara itu, Chief Academic Officer BM 400, Hadi Suwarno, M.Pd., memaparkan bagaimana momentum pandemi Covid-19 dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan sistem, membangun ulang citra lembaga, serta memulihkan kepercayaan publik setelah sempat mengalami penurunan signifikan jumlah pendaftar.
Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab interaktif, sebelum ditutup dengan pertukaran cenderamata dan peninjauan langsung fasilitas pendidikan—mulai dari ruang kelas hingga sarana penunjang lainnya di BM 400 Cibubur.
Melalui studi tiru ini, BUS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan dan inovasi menyeluruh dalam pengelolaan badan usaha sekolah. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu manajemen akademik, tata kelola administrasi, serta pengembangan kelembagaan yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.
26 Feb 2026
66
24 Feb 2026
39
13 Feb 2026
197
12 Sep 2024
1109
12 Sep 2024
1062
26 Jan 2026
764