Penulis: Muhammad Ahsanul Umam
Tayang: 2 Februari 2026
YOGYAKARTA — MTs Pembangunan UIN Jakarta menggelar kegiatan Rihlah Akhir Studi bagi murid kelas IX sebagai bagian dari pendekatan pendidikan holistik yang menekankan penguatan karakter, pembelajaran kontekstual, serta nilai kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, Rabu–Sabtu (28–31 Januari 2026), dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tujuan utama.
Rihlah akhir studi tersebut dirancang tidak sekadar sebagai agenda rekreasi, melainkan sebagai ruang pembelajaran bermakna di luar kelas. Melalui kunjungan edukatif, praktik ibadah, hingga wisata alam dan budaya, para murid diajak mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kebersamaan dalam satu rangkaian kegiatan.
Kepala Bagian Pendidikan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, Firman Hamdani, M.Ag., yang turut mendampingi kegiatan ini, menegaskan bahwa rihlah akhir studi selaras dengan visi pendidikan berbasis cinta dan pengalaman nyata.
“Selain sejalan dengan kurikulum berbasis cinta, kegiatan ini menjadi media praktik langsung pembelajaran fikih, seperti pelaksanaan salat jamak takdim dan qashar dalam kondisi perjalanan. Dengan demikian, pembelajaran agama tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dipahami secara kontekstual,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala MTs Pembangunan UIN Jakarta, Jaenal Mutaqin, M.Pd., menyampaikan bahwa rihlah akhir studi bertujuan memperkaya wawasan murid sekaligus mempererat relasi antarsesama.
“Rihlah akhir studi kelas IX ini kami rancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas, memperluas wawasan, serta meningkatkan kebersamaan antara murid dengan murid dan murid dengan guru, sehingga proses belajar terasa lebih happy and fun,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (28/1) malam dengan pelaksanaan salat jamak takdim Magrib dan Isya secara berjamaah di Aula Andalusia Madrasah Pembangunan sebelum keberangkatan menuju Yogyakarta. Keesokan harinya, Kamis (29/1), rombongan tiba di Yogyakarta dan melanjutkan agenda dengan kunjungan ke Gua Pindul, Gunungkidul.
Di destinasi wisata alam tersebut, para murid mengikuti aktivitas cave tubing, menyusuri sungai bawah tanah sepanjang kurang lebih 350 meter menggunakan ban pelampung. Kegiatan ini melatih keberanian, kerja sama, dan kedisiplinan.
“Awalnya deg-degan, tapi pas sudah masuk ke dalam goanya, pemandangannya keren banget dan airnya segar,” ungkap Bianca, salah satu murid MTs Pembangunan UIN Jakarta.
Pada siang hari, rombongan melanjutkan perjalanan ke HeHa Sky View (Sky HeHa), destinasi wisata bertema “Taman Langitnya Jogja” yang menyajikan panorama Yogyakarta dari ketinggian. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk beristirahat sekaligus mendokumentasikan kebersamaan.
Ketua panitia, Dry Muharma, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas cuaca yang mendukung. "Alhamdulillah cuacanya cerah sehingga kami bisa menikmati Sky HeHa. Tahun lalu kami tidak sempat ke sini karena kondisi berkabut,” ujarnya.
Agenda edukatif berlanjut pada Jumat (30/1) dengan kunjungan ke Candi Prambanan. Dalam perjalanan, para murid mendapatkan penjelasan mengenai legenda Roro Jonggrang serta sejarah pembangunan kompleks candi Hindu abad ke-9 tersebut.
Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran sejarah dan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara.
Usai melaksanakan salat Jumat dan makan siang, rombongan melanjutkan kegiatan lava tour Merapi di kawasan Kaliurang. Melalui wisata jeep offroad, murid memperoleh edukasi ekologis dan mitigasi bencana, serta mengenal lebih dekat karakteristik Gunung Merapi sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Menjelang malam, kawasan Malioboro menjadi destinasi penutup sebelum kepulangan ke Jakarta. Selain berbelanja cendera mata khas Yogyakarta, kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus penguat kebersamaan setelah rangkaian aktivitas edukatif dan rekreatif yang padat.
“Seru dan memorable banget, apalagi kegiatannya empat hari,” ujar Syira, murid MTs Pembangunan UIN Jakarta.
Melalui kegiatan Rihlah Akhir Studi ini, MTs Pembangunan UIN Jakarta berharap para murid kelas IX memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berkesan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sekaligus menumbuhkan karakter positif serta kecintaan terhadap alam dan budaya bangsa.
04 Feb 2026
28
04 Feb 2026
46
04 Feb 2026
34
12 Sep 2024
998
12 Sep 2024
947
26 Jan 2026
625