Literasi

Perkuat Transformasi Pendidikan, Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Matangkan Pedoman Madrasah Digital Terintegrasi dan Berkarakter

Foto Penulis

M. Ahsanul Umam, S.Pd.

Penulis
Selasa, 07 April 2026

MPUIN-News

oleh Muhammad Ahsanul Umam



Jakarta, 5 April 2026 — Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyempurnaan Pedoman Madrasah Digital yang Terintegrasi dan Berkarakter” di Aula Andalusia, Ahad (5/4).


Kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bagian dari langkah strategis dalam mengokohkan arah transformasi digital madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai karakter dan keislaman. Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, madrasah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menjadi ruang pembentukan ekosistem pembelajaran yang beretika, aman, dan bermakna.


FGD ini melibatkan 20 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, guru IT, hingga tim teknisi, sebagai aktor kunci dalam implementasi digital di lingkungan madrasah. Diskusi berlangsung intensif sejak pagi hingga sore hari, menghadirkan perspektif kebijakan dan praktik melalui narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta praktisi pendidikan dan konsultan teknologi edukasi.


Dalam arahannya, Zulfiani selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan IT Badan Usaha Sekolah UIN Jakarta menekankan bahwa penyempurnaan pedoman merupakan fondasi krusial dalam memastikan keberlanjutan transformasi digital yang telah berjalan. Ia menggarisbawahi bahwa aspek keamanan digital menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya kompleksitas penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan.


“Pedoman ini menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa sistem digital yang kita bangun tidak hanya berjalan, tetapi juga aman, terarah, dan berkelanjutan,” tegasnya.


Dari sisi kebijakan nasional, Irawati Tjipto Priyanti memberikan apresiasi atas langkah progresif Madrasah Pembangunan dalam memperkuat literasi digital. Ia menekankan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, terutama bagi generasi muda.


“Digitalisasi tanpa literasi dan etika akan melahirkan risiko baru. Karena itu, edukasi menjadi kunci agar teknologi dimanfaatkan secara bijak dan sesuai regulasi,” ujarnya.


Sementara itu, Omar Ramadhan menyoroti dimensi yang kerap terabaikan dalam digitalisasi pendidikan, yakni aspek kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa teknologi seharusnya tidak menggerus esensi pendidikan sebagai proses pembentukan karakter.


“Digitalisasi bukan sekadar soal sistem dan perangkat, tetapi bagaimana nilai-nilai pendidikan tetap hidup di dalamnya. Ruh pendidikan harus menjadi inti dari setiap inovasi digital,” ungkapnya.


Melalui forum ini, Madrasah Pembangunan UIN Jakarta berupaya merumuskan pedoman madrasah digital yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika zaman. Pedoman tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi kerangka operasional yang mampu mengintegrasikan teknologi, keamanan digital, serta pendidikan karakter secara utuh.


Ke depan, langkah ini diharapkan menjadi model pengembangan madrasah digital yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai, sehingga mampu melahirkan generasi yang cakap digital, berintegritas, dan berkarakter di tengah tantangan era transformasi digital.