MPUIN NEWS
Penulis Muhammad Ahsanul Umam
Tangerang Selatan — Hari kedua Rapat Kerja Pimpinan Badan Usaha Sekolah (BUS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (11/2/2026), berlangsung dinamis dan sarat gagasan strategis. Bertempat di Aston Bintaro Hotel & Conference Center, forum ini menegaskan pentingnya inovasi, inklusivitas, dan kolaborasi sebagai fondasi kebangkitan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta menuju madrasah unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Sesi pagi dibuka oleh anggota Dewan Pengawas BUS UIN Jakarta, Prof. Dr. Abudin Nata, M.A., yang memaparkan posisi madrasah di tengah perubahan zaman. Ia menekankan bahwa setiap era memiliki tantangan berbeda yang menuntut respons kreatif dan visioner dari lembaga pendidikan. Menurutnya, inovasi menjadi kekuatan utama yang harus terus dikembangkan oleh madrasah. “Kekuatan kita saat ini hanya inovasi,” tegasnya di hadapan para peserta rapat kerja.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dr. Deka Kurniawan, yang mengulas secara komprehensif makna pendidikan inklusif dan layanan yang seharusnya disiapkan madrasah. Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk mengubah cara pandang terhadap disabilitas. “Sesungguhnya bukan kita yang menolong mereka, tetapi kita menolong diri kita sendiri agar hidup menjadi berkah,” ujarnya, menegaskan bahwa inklusivitas adalah nilai kemanusiaan yang memperkaya ekosistem pendidikan.
Usai istirahat, salat, dan makan siang, sesi inspiratif diisi oleh CEO Sekolah Bakti Mulya 400, Dr. H. Sutrisno Muslimin, M.Si. Ia mendorong Madrasah Pembangunan untuk berani berubah dan berinovasi agar tidak terjebak dalam rutinitas yang stagnan. “Jangan takut akan perubahan, karena kalau tidak berubah akan begitu-begitu saja,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya beralih dari pola kompetisi menuju kolaborasi sebagai kunci lahirnya inovasi. “Kalau fokus pada kompetisi biasanya reaktif, tetapi kalau fokus pada kolaborasi maka yang terjadi adalah inovasi,” tuturnya.
Menjelang malam, kegiatan ditutup dengan momen simbolis penyerahan draf naskah akademik hasil rapat kerja. Direktur BUS UIN Jakarta, Drs. H. Teguh Sarwono, M.Si., menyerahkan dokumen tersebut kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., yang selanjutnya diserahkan kepada Dewan Pengawas BUS UIN Jakarta yang diwakili oleh Prof. Dr. Komarudin Hidayat. Penyerahan ini menandai keberhasilan rapat kerja dalam menuntaskan naskah akademik sebagai dasar kebijakan Madrasah Pembangunan ke depan.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi berbagi inspiratif yang dipandu oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Dr. Farida Hamid, Prof. Dr. Mahsusi, M.Pd., Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., dan Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag. Sesi ini berlangsung hangat, reflektif, dan penuh makna, menumbuhkan optimisme bersama agar Madrasah Pembangunan UIN Jakarta bangkit dan kembali meraih kejayaannya sebagai rujukan pendidikan Islam yang unggul dan inklusif.
12 Feb 2026
112
11 Feb 2026
129
04 Feb 2026
200
12 Sep 2024
1005
12 Sep 2024
955
26 Jan 2026
666