MPUIN NEWS
Penulis Muhammad Ahsanul Umam
Tangerang Selatan - Badan Usaha Sekolah (BUS) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Rapat Kerja Pimpinan bersama jajaran pimpinan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta pada 10–12 Februari 2026 di Aston Bintaro Hotel & Conference Center.
Forum ini menjadi momentum strategis untuk menata arah kebijakan sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan Madrasah Pembangunan sebagai labschool unggulan yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing.
Rapat kerja tersebut tidak sekadar agenda administratif, melainkan ruang konsolidasi kepemimpinan yang menegaskan kembali peran BUS sebagai instrumen strategis penopang keberlanjutan misi pendidikan.
Dalam konteks dinamika pendidikan yang kian kompetitif, penguatan tata kelola yang profesional dan akuntabel dipandang sebagai prasyarat mutlak untuk memastikan madrasah tetap berpijak pada idealisme akademik, sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.
Direktur Badan Usaha Sekolah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs. H. Teguh Sarwono, M.Si., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut pada Selasa (10/2), menekankan pentingnya sinergi sebagai fondasi kemajuan institusi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Madrasah Pembangunan tidak dapat dilepaskan dari soliditas kepemimpinan dan kesatuan arah kebijakan.
“Mari wujudkan sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan kemajuan di Madrasah Pembangunan,” ujar Teguh dalam sambutannya.
Penguatan perspektif strategis turut diperdalam melalui pemaparan Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M., yang mengulas tantangan dan orientasi masa depan madrasah, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara keunggulan akademik dan komitmen terhadap pendidikan inklusif.
Guru Besar Manajemen UIN Jakarta itu mengingatkan bahwa inklusivitas bukanlah antitesis dari keunggulan, melainkan tantangan yang menuntut pengelolaan pendidikan yang lebih matang dan visioner.
“Unggul tetap menjadi fokus, inklusif menjadi tantangan,” tegas Mahsusi. Ia juga menekankan bahwa profesionalisme tidak berhenti pada retorika, tetapi tercermin pada kualitas kerja dan capaian nyata.
“Profesional itu kerja bagus, hasil bagus,” tambahnya seraya menegaskan pentingnya integritas dan mutu sebagai fondasi tata kelola pendidikan modern.
Memasuki agenda inti, para peserta rapat kerja menyusun naskah akademik secara komisi sesuai bidang masing-masing. Penyusunan dokumen ini menjadi langkah krusial untuk merumuskan arah kebijakan berbasis landasan konseptual yang kokoh, sekaligus memastikan setiap keputusan kelembagaan berpijak pada kerangka ilmiah dan visi jangka panjang. Naskah akademik tersebut diproyeksikan menjadi referensi strategis dalam memperkuat posisi Madrasah Pembangunan sebagai model pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berkarakter.
Melalui rapat kerja ini, BUS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah pengelolaan pendidikan secara profesional dan berkelanjutan. Konsolidasi ini tidak hanya mempertegas arah kelembagaan, tetapi juga memperkuat peran Madrasah Pembangunan sebagai rujukan pendidikan Islam progresif yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan integritasnya.
Di tengah arus perubahan yang cepat, rapat kerja ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan yang solid, tata kelola yang akuntabel, dan visi yang terarah merupakan fondasi utama dalam membangun madrasah yang tidak sekadar unggul secara akademik, tetapi juga inklusif secara sosial dan kokoh secara karakter.
12 Feb 2026
111
11 Feb 2026
129
04 Feb 2026
200
12 Sep 2024
1005
12 Sep 2024
955
26 Jan 2026
666